
Tangerang Media Duta,- Rencana seorang pemudik bernama Sunarsih pulang ke kampung halaman menggunakan bus gagal.
Ia menjadi korban penipuan calo tiket di Terminal Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Sunarsih pun hanya bisa menangis lesu lantaran tiket yang telah dibelinya untuk mudik palsu.
Namun tiket bus yang dibelinya rupanya tidak berlaku.
Padahal ia telah mengeluarkan biaya sebesar Rp400.000 untuk membeli tiket bus tersebut dengan jadwal keberangkatan pada Rabu (26/3/2025), pukul 06.00 WIB.
"Saya datang ke Terminal Poris Plawad satu jam lebih cepat yaitu pukul 05.00 WIB," kata Sunarsih kepada Tribun Tangerang pada Kamis (27/3/2025).
"Namun pas mau naik ke bus, dibilang sama petugasnya kalau bukan yang saya pegang bentuk tiketnya, dan enggak bisa naik karena sudah penuh semua," imbuhnya
Mengetahui hal itu, Sunarsih mencoba memberi penjelasan kepada petugas.
Ia mengaku jika tiket tersebut dibelinya dari seorang pria bernama Bowo secara langsung di loket bus yang akan ditumpangi.
Namun setelah berusaha memperjuangkannya, kenyataan pahit harus tetap diterima.
Dirinya harus tertunda untuk mudik pulang kampung.
Sejumlah petugas terminal yang berjaga di meja informasi pun menjadi sasaran pengaduan Sunarsih.
Akan tetapi mereka hanya merespons cuek dan seolah tidak peduli atas keluhan dari Sunarsih.
"Saya coba jelasin kalau tiket ini beli langsung di loket dan dilayani oleh petugas pria namanya Pak Bowo yang juga pakai seragam dan sudah bayar juga, makanya dikasih selembar kertas ini," jelasnya.
"Karena saya tetap enggak dibolehin naik ke bus, saya ngadu dong ke petugas Terminal Poris Plawad ini, tapi jawabannya ya gitu, ya udah ya udah doang," sambungnya.
Adapun tiket palsu tersebut telah dibeli oleh Sunarsih sejak dua minggu sebelum berangkat yaitu Kamis (13/3/2025) lalu.
Semula, ia hendak menaiki PO Bus Sinar Jaya.
Akan tetapi, karena tiket keberangkatan sesuai dengan tanggal yang diinginkan telah penuh, Sunarsih pun mengganti bus pilihannya.
Ketika membeli tiket, dirinya dilayani oleh seorang pria bernama Bowo.
Merasa petugas tersebut benar lantaran seragam yang dikenakan ialah Murni Jaya, Sunarsih pun mempercayainya.
Apalagi proses pembelian tiket dilayani di loket PO Bus Murni Jaya.
"Tiket itu saya beli karena yang melayani pakai seragam dan di loketnya langsung, makanya saya percaya."
"Kecuali saya beli dari orang yang enggak jelas, baru saya yang salah, tapi ini pakai seragam lengkap kok, ya wajar dong kalau percaya," tuturnya.
Ia pun berharap petugas keamanan dapat lebih perduli dan memperhatikan keluhan masyarakat yang hendak mudik melalui Terminal Poris Plawad.
Menurutnya, tidak sedikit penumpang yang juga jadi korban penipuan calo tiket bus tersebut.
Terlebih saat ini pergerakan penumpang tengah tinggi selama arus mudik Lebaran 2025.
"Harapannya minta tolong petugas itu kasihan sama penumpang yang mau mudik."
"Buat apa di sini banyak posko-posko polisi lah, dishub lah, dinkes lah, tapi calo masih beraksi menipu masyarakat," paparnya.
"Saya enggak sendiri doang yang ketipu, banyak juga penumpang yang lain harganya lebih mahal bahkan sampai Rp800.000 dan Rp1,2 juta," pungkas Sunarsih.
Pengalaman serupa tak hanya menimpa Sunarsih, sejumlah calon penumpang yang menggunakan jasa PT Pelayaran Indonesia (Pelni) juga gagal mudik.
Beberapa penumpang di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar, batal berangkat pada Jumat (28/3/2025) pagi.
Mereka mengaku tertipu tiket palsu yang dibeli di media sosial.
Sanusi, perantau asal Jawa Tengah yang bekerja di Kabupaten Karimun, menjadi salah satu korban tiket palsu.
Pagi itu, Sanusi dan anak lelakinya terlihat bingung di gerbang masuk pelabuhan.
Mereka baru menyadari tiket yang dibelinya melalui media sosial adalah palsu.
Sanusi mengaku tergiur dengan tawaran tiket murah di Facebook.
Terutama karena ia kesulitan mendapatkan tiket Pelni melalui aplikasi atau situs resmi.
"Saya mau berangkat ke Jakarta, jadwal berangkat sekitar jam 13.00 WIB," ungkap Sanusi saat ditemui di kawasan Pelabuhan Bintang 99 Batuampar.
"Tapi sekarang bingung karena barcode tiket saya palsu, baru tahu setelah tadi scan sebelum masuk ke bagian ruang tunggu," imbuh dia.
Sanusi mengatakan, pelaku penipuan sangat meyakinkan karena mencantumkan logo PT Pelni di platform media sosial mereka.
Pelaku juga memberikan respons cepat melalui Facebook, WhatsApp, dan email.
"Saya percaya karena mereka menyebut dari Jakarta, dan ada respons cepat yang diberikan pelaku kepada saya.
Baik melalui Facebook, komunikasi via telepon WhatsApp, dan juga email," tambahnya.
Sanusi membayar tiket seharga Rp1.016.000 untuk dua orang.
Namun barcode tiket tersebut tidak terbaca saat dipindai di pelabuhan.
Hingga kini, ia masih berusaha menghubungi nomor kontak pelaku guna meminta pengembalian dana.
"Nomor kontaknya masih aktif, ini saya bingung mau bagaimana karena ongkos saya sudah habis," tutur Sanusi.
Nasib serupa dialami calon penumpang tujuan Medan, Gloria.
Ia terpaksa membatalkan keberangkatan setelah menyadari tiket yang dibelinya dari media sosial juga palsu.
"Aku dapat tiket dari medsos bang, ada yang jual untuk dua orang."
"Aku beli karena kalau cek di website selalu kehabisan. Kelud-nya juga sudah berangkat, gagal lah saya balik kampung," ujar Gloria.
Padahal, jika tak membeli tiket palsu, Sanusi dan Gloria harusnya sudah berangkat ke kampung halaman siang ini.
Untuk Jumat (28/3/2025) hari ini, PT Pelni melayani dua rute utama:
Batam – Medan menggunakan KM Kelud, berangkat pukul 11.00 WIB.
Batam – Jakarta menggunakan KM Nggapulu, berangkat pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, Azhar, calon penumpang KM Kelud tujuan Medan, juga terpaksa membatalkan mudiknya karena tidak mendapatkan cuti dari tempat kerja.
Padahal, ia sudah mendapatkan tiket mudik gratis untuk seluruh keluarganya yang berjumlah 7 orang.
"Jadi hari ini datang cuma antar saja istri dan anak-anak sampai ke atas kapal."
"Setelah antar saya ini mau balik, enggak bisa pulang karena tidak dapat cuti," ucap Azhar dengan nada kecewa.(Alga)