Makassar Media Duta,- Aksi nekat Mariama (32) ibu pemanjat tali kapal di Makassar viral di media sosial.
Mariama (32) berani memanjat tali kapal demi berjualan roti kepada penumpang.
Setelah viral, dukungan mengalir untuk ibu Mariama.
Salah satunya datang dari AAS Foundation binaan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Mariama (32), seorang ibu lima anak yang selama ini nekat memanjat tali kapal di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar demi menjual roti kepada penumpang.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, pada malam takbiran, Mentan Amran secara khusus mengutus perwakilannya untuk menyerahkan langsung bantuan ini kepada Mariama.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal bagi Mariama untuk menjalankan usaha yang lebih aman dan berkelanjutan.
Perwakilan AAS Foundation, Rezki Mulyadi, mengatakan Mariama dan keluarganya sangat layak dibantu karena mereka tinggal di lorong sempit dengan kamar berukuran 2,5 x 2,5 meter yang dihuni bersama kelima anaknya yang masih kecil.
“Ibu Mariama adalah sosok pekerja keras yang berjuang demi anak-anaknya. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi modal awal untuk usaha yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Rezki Mulyadi.
Selain bantuan modal usaha, Mentan Amran melalui AAS Foundation juga memberikan sejumlah paket sembako yang berisi beras, mie instan, gula, serta minuman untuk kebutuhan Lebaran.
Diharapkan, bantuan ini tidak hanya membantu Mariama tetapi juga meringankan beban para tetangganya yang berada dalam kondisi serupa.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp25 juta kepada Mariama. Dana ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha Mariama dan mendukung pendidikan anak-anaknya.
Dengan penuh haru, Mariama menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak untuk Bapak Andi Amran Sulaiman dan AAS Foundation. Semoga rezekinya semakin berkah dan bermanfaat untuk banyak orang,” ujarnya.
Selama empat tahun terakhir, Mariama mengandalkan keberanian dan ketekunan untuk mencari nafkah.
Dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari dari berjualan roti, ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya setelah berpisah dengan suaminya.
“Anak saya ada lima, tiga masih sekolah. Saya jualan roti dengan cara naik ke kapal lewat tali. Kalau jatuh, ya itu sudah risikonya, yang penting saya cari uang buat anak-anak,” ujarnya.
Kini, setelah adanya penertiban di pelabuhan, Mariama tak lagi harus memanjat tali kapal untuk berjualan.
“Sekarang sudah bisa lewat tangga, jadi lebih aman,” katanya.
Aksi Berani Mariama
Viral video seorang perempuan panjat tali kapal di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Aksi nekat itu rupanya dilakukan seorang pedagang asongan bernama Mariama (32).
Dalam rekaman video yang beredar, Mariama nekat memanjat tali kapal demi berjualan di atas kapal.
Ibu lima orang anak ini, mengaku terpaksa melakukan aksi berbahaya itu lantaran dilarang petugas menaiki kapal lewat jalur tangga.
Mariama pun bertaruh nyawa dalam berjualan demi menghidupi lima orang anaknya.
"Saya manjat tali kapal untuk cari uang, jualan. Jual roti," kata Mariama saat ditemui di Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Kecamatan Wajo, Selasa (18/3/2025).
Aksi panjat tali kapal bagi Mariama bukanlah hal baru.
Ia mengaku sudah berapa kali melakukan aksi serupa demi berjualan.
"(Saya duluan naik) Terus rotiku ada yang kasih meluncur naik, ada (juga) yang kasih naik di tangga kalau di atas ma," ujarnya.
Mariama sadar betul akan bahaya yang dihadapi, jika terjatuh.
Namun kata dia, tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan demi berjualan di atas kapal.
"Seringkali ma manjat begitu. Saya berani, kalau jatuh sudah risikonya pak. Anakku kucarikan uang. Demi anak," ucapnya.
Menjadi penjual asongan di atas kapal sudah dilakoni Mariama empat tahun terakhir.
"Saya menjual begini sudah empat tahun. Umurku sekarang 32, saya sendiri yang hidupi anak. Sudah cerai dengan suami," terangnya.
Dari hasil berjualan roti di atas kapal, sosok ibu pejuang keluarga ini mengaku dapat untuk hingga Rp 100 ribu per hari.
Uang keuntungannya itulah yang digunakan untuk menghidupi lima anaknya dan juga membayar kontrakan.
"Sehari biasa dapat Rp100 ribu, roti saja kujual. Saya ngontrak di Jl Kandea. Ngontrak Rp500 ribu perbulan," tuturnya.(Ari Maryadi)
Posting Komentar untuk "Ibu Nekat Panjat Tali Demi Jual Roti Di atas Kapal "