Islam Masuk Indonesia Pada Abad Ketujuh Masehi

Oleh: BAHAKING RAMA

Agama Islam sudah berkembang pesat dan berdiri kokoh di nusantara (Indonesia) sebelum bangsa Belanda menjajah. 

Teori Arab mengatakan, Islam masuk ke Nusantara (Indonesia) sejak abad ketujuh Masehi atau abad pertama Hijriyah. Teori India (Gujarat) menyebutnya abad ketiga belas atau tahu 1200-an Masehi, demikian pula teori Persia)

 Pada masa awal penyebaran dan pengembangan Islam, hingga kedatangan bangsa belanda di nusantara,  lembaga pendidikan  Islam telah berdiri diberbagai daerah. 

Misalnya; di Aceh berdiri meunasah, rangkang, dan dayah, di Sumatera barat (Minangkabau) berdiri Surau, di Jawa berdiri Pesantren,  di Sulawesi (terutama Sulawesi selatan) berkembang pendidikan Islam melalui Ngaji Tudang (Ngaji Mempo). 

 Demikian juga di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Raja Ampat, Sorong, Fakfak, dan Meraoke) Islam berkembang melalui pengajian (pendidikan), perdagangan, perkawinan, kesenian, dan saluran lainnya.  Artinya, Agama Islam sudah sangat kuat sebelum datangnya bangsa Belanda. 

Dalam catatan sejarah diketahui, bahwa orang Belanda yang pertama datang ke Indonesai, bernama :

 CORNELIS DE HOUTMAN (bersama anak buahnya) pada tahun 1596 M.,

  di perlabuhan Banten Jawa Barat, dengan empat buah kapal, 249 orang awak, dan 64 buah senjata meriam. Pada awalnya, tujuan belanda ke Indonesia adalah berdagang, mencari kekayaan hasil bumi (rempah-rempah). 

Setelah berhasil dalam perdagangan, maka tujuan kedua adalah menyebarkan agamanya (Kristen Katolik / Protestan ?) Tujuan ketiga adalah menjajah. 

Pada fase pertama (perdagangan), bangsa Indonesia berdagang dengan bangsa Belanda sangat damai, saling menguntungkan. Pada fase kedua (penyebaran agama Kristen) mulai timbul keresahan masyarakat. 

Pada fase ketiga (penjajahan) bangsa Indonesia (terutama ulama dan umat Islam) melawan dan berjihad terhadap Belanda)  Kurang lebih lima ratus tahun ( 5 Abad) lamanya bangsa tercinta ini di jajah.

Para pejuangpun mengorbankan segalanya untuk melawan penjajah. Harta benda, Air mata, darah, dan nyawanya sekalipun dikorbankan demi kemerdekaan bangsa ini. 

Para  mujahidin bahu-membahu dengan semangat jihad (didorong keinginan luhur) yang dimotivasi oleh kalimah Takbir 

“ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR’ 

dan atas berkat rahmat Allah, maka bangsa Indonesia denagn ini menyatakan kemerdekaannya. Kemerdekaan Indonesia yang dibayar dengan banyak pengorbanan, disambut dengan kelong;   

ᨆᨑᨉᨙᨀᨆᨗ ᨅᨔᨈ  /

Maradekami bangsata (bangsa Indonesia telah merdeka)

ᨑᨗᨄᨍᨍ ᨅᨒᨉᨐ  /

Ripanjaja balandayya (dari penjajahan bangsa belanda)

ᨀᨕᨗᨔᨗᨒᨂ /

Kaisilanga (karena umat Islam)

ᨔᨘᨀᨘ ᨅᨈᨙᨊ ᨆᨑᨚᨈ  /

Sukku batena maronta’ (sungguh-sungguh sangat gigih berjihan dan memberontak melawan Belanda/ penjajah)

Rempah-rempah menjadi komuditas utama perniagaan Bangsa Indonesia dengan Belanda. Awalnya, Perdagangan berlangsung damai. 

Para raja Nusantara memberi peluang pada Belanda untuk membangun hubungan dagang dengan  meningkatkan komuditas dagangan di daerah-daerah.  

Dibukalah perkebunan tembakau di wilayah kesultanan Deli (kini Medan Sumatera Utara) karena kualitas tembakau terbaik dunia adalah di wilayah  kesultanan Deli.

 Bermukim atau tinggallah orang-orang Belada mengurus perusahaan tembakau di daerah itu, dan menyebarkan agamanya (Kristen) sehingga berkembanglah agama Kristen di wilayah itu hingga kini. 

 Dikembangkan pula komuditas Cengkeh, pala,  kopi, dan kelapa (kopra) di Manado (Sulawesi Utara), maka bermukimlah orang-orang Belada dan menyebarkan agamanya di sana.  

Komuditas gula pasir di Jawa, maka dibukalah perkebunan tebuh dibanyak tempat, sehingga bermukimlah orang-orang belanda berdagang dan menyebarkan agamanya di daerah itu. 

Dikembangkan komuditas Cengkeh, pala, minyak kayu putih, dan lainnya di Maluku, maka bermukimlah orang belanda dan menyebarkan agamanya di Ambon. Bahkan setelah agama Kristen berkembang di Maluku, sebagian mereka ingin membentuk Negara sendiri.

Sehingga mereka mendirikan organisasi, bernama Republik Maluku Selatan (RMS) Mereka tidak setuju Indonesia merdeka, sehingga pada saat indonesia merdeka, mereka pindah ke Belanda, Negara yang membesarkannya. 

Sampai sekarang, mungkin RMS di Belanda masih terorganisir dengan baik? karena pernah diberitakan, mereka  menolak Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yodoyono berkunjung ke Belanda. 

Usaha perdagangan Antara raja-raja Nusantara dengan belanda, dan para pedagang muslim Nusantara berjalan damai. Warga kerajaan dan umat Islam mendukung sepenuhnya usaha perdagangan.

 Tetapi Ketika Belanda memasuki aspek politik, ingin menjajah dan menguasai Indonesia, maka bangsa Indonesia (terutama umat Islam) bereaksi keras melawannya. 

Kelong di atas menyebut (sukku batena maronta’) Sungguh-sungguh Menberontak Tanpa pamrih melawan penjajah hingga Indonesia merdeka. 

Umat Islam memilih gugur sebagai syuhada' pahlawan kusuma bangsa dari pada dijajah dan dianiaya diusir dari tempat tinggalnya. Dapat dilihat firman Allah “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. 

Dan sesungguhnya Allah benar-benar maha kuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Haj, 22: 39) Penjajah belandan menganiaya umat Islam yang berjuang atau melawan.  Mereka diperangi, ditangkap, dipenjara,  dan divonis sebagai ekstrimis (radikal pembangkang) 

Para pejuang kemerdekaan sering mendapat cacian dari belandan dengan menyebutnya “verdomme” (brengsek atau keparat)

Akankah Indonesia yang pernah dijajah akan dijajah lagi ? Bagi mereka yang akan mendapat keuntungan dari berbagai hal, mungkin akan setuju  Indonesia dijajah lagi. 

Tetapi bagi mereka (semoga mayoritas bangsa Indonesia) yang sadar akan kewajiban mempertahankan Negara dan tempat tinggal, tentu tidak rela Indonesia dijajah lagi. 

 Mereka menghargai jasa para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini. Semoga pembaca, masuk ke dalam golongan hamba Allah yang menghargai pahlawan bangsanya dan tidak rela Indonesia dijajah.

 Berikrarlah “Padamu Negeri kami berjanji, padamu negeri kami berbakti, padamu negeri kami bengabdi, bagimu negeri JIWA-RAGA KAMI.” Itulah lagu wajib ciptaan KUSBINI. Camkanlah. 

Pao-pao  Gowa, Sabtu 22 Ramadan 1446 H / 22 Maret 2025 M.

Posting Komentar untuk "Islam Masuk Indonesia Pada Abad Ketujuh Masehi"